Apa itu Webhook?
Webhook adalah metode untuk mengirim data otomatis dari satu aplikasi ke aplikasi lain saat sebuah peristiwa terjadi.
Contoh: Saat ada order baru, data order dikirim langsung ke sistem ERP. Webhook berbeda dari API, karena otomatis mengirim data tanpa harus dicek manual.
Fitur dan Kegunaan
Notifikasi Real-time: Update instan tanpa perlu refresh.
Integrasi Mudah: Hubungkan berbagai aplikasi tanpa coding berat.
Otomatisasi Workflow: Jalankan proses otomatis seperti email, logging, atau update database.
Monitoring & Debugging: Lihat log event yang terkirim ke endpoint.
Cara Kerja Webhook
- Buat endpoint unik di webhook.my.id
- Gunakan metode HTTP POST
- Kirim data dalam format JSON atau XML
- Pastikan endpoint membalas 200 OK
Panduan Penggunaan
Membuat Endpoint: Login → Buat endpoint → Salin URL → Hubungkan ke aplikasi.
Menerima Data: Setiap event mengirim payload → diproses otomatis.
Menguji Webhook: Gunakan tombol Test di dashboard → pastikan data diterima.
Contoh Integrasi
GitHub → webhook.my.id: Trigger push repository → payload dikirim → untuk CI/CD atau notifikasi tim.
Discord → webhook.my.id: Trigger notifikasi bot → payload dikirim → bot mem-post otomatis ke channel.
Sistem Internal → webhook.my.id: Trigger update database → endpoint menerima payload → aksi otomatis.
Keamanan Webhook
- Validasi signature dan secret key
- Batasi IP dan rate limit
- Jangan simpan data sensitif tanpa enkripsi
FAQ
Q: Apa perbedaan webhook & API?
A: Webhook otomatis, API manual polling.
Q: Kenapa webhook penting?
A: Hemat waktu, real-time, efisien untuk otomatisasi.
Q: Event tidak terkirim?
A: Pastikan endpoint online, respon 200 OK, dan signature valid.